Mengenal Jenis – Jenis Material Geosintetik

geosintetik

Bahan Geosintetik sekarang marak digunakan dalam berbagai macam proyek sipil, hal tersebut dikarenakan penggunaan geosintetik akan menjadikan konstruksi lebih stabil dan lebih kuat dalam jangka panjang.  Dalam hal perancangan konstruksi sipil dengan menggunakan geosintetik, maka fungsi yang akan diaplikasikan harus dianalisis dulu, kemudian dipilih tipe material yang cocok sehingga Pemilihan tipe geosintetik yang akan digunakan perlu disesuaikan dengan peruntukannya, serta bergantung kepada syarat-syarat fungsi dari pemasangannya.

geosintetik sendiri memiliki beberapa fungsi utama antara lain

 

  1. Pemisah atau separasi (separation)
  2. Stabilisasi
  3. Filtrasi (filtration)
  4. Drainase
  5. Tulangan atau perkuatan (reinforcement)
  6. Fungsi proteksi
  7. Lapis Kedap
  8. Pencegah Erosi
  9. Gabungan fungsi-fungsi

Jenis – Jenis Geosintetik

Geotextile

Geotextile ini adalah lembaran kain yang terbuat dari bahan polymer polyesther atau Polypropylene. Geotextile sendiri terdiri dari dua jenis yaitu geotextile woven dimana lembaran kainnya ini di anyam menggunakan mesin berteknologi modern, selain itu woven geotextile ini diberi tambahan bahan anti ultraviolet. Jenis yang kedua adalah non woven geotextile, bentuknya juga berupa lembaran kain namun tidak dianyam melainkan dibuat dengan dengan sistem needle punch dan tidak ditambahkan zat kimia dan proses pemanasan. Kedua bahan geotextile ini memiliki ketahanan terhadap sinar ultraviolet, micro organisme, bakteri, jamur, dan bahan Kimia. Secara fungsi pun sama yaitu sebagai separator, filtrasi, dan stabilisasi. Yang membedakan dalam penggunaannya adalah dari kondisi tanah dan jenis konstruksi yang akan digunakan.

Geomembrane

Geomembrane adalah lembaran kedap air atau bersifat impermeabilitas, sekilas geomembrane terlihat seperti terpal sehingga orang awam akan menganggap sama antara geomembrane dan terpal biasa. Namun sesungguhnya geomembrane memiliki perbedaan yang signifikan dari terpal biasa, dari segi bahan geomembrane dibagi dalam 4 jenis yaitu High-Density Polyethylene (HDPE) biasanya digunakan untuk tambak, kolam limbah, embung dll. Kemudian ada juga yang menggunakan bahan Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) dan ini adalah jenis geomembrane yang paling tipis dan fleksibel. Fleksibel Polipropilena (FPP), untuk jenis FPP ini secara kualitas lebih baik dari HDPE namun tidak cocok digunakan sebagai lapisan tambak karena bahan pembuatannya menggunakan resin yang dipolimerisasi dengan karet etilen propilena dan polipropilena. Ethyl Vinyl Acetate (EVA), jenis ini secara kualitas diatas LLDPE namun tetap fleksibel dan dapat menahan suhu tinggi dan rendah serta tahan terhadap radiasi sinar ultraviolet.

Geomembrane ini banyak digunakan dalam pembangunan tambak, waduk, kolam limbah, bendungan, dan embung.

Geocomposite

Geocomposite ini adalah perpaduan dua bahan geosintetik sehingga menghasilkan bahan geosintetik dengan spesifikasi yang lebih baik dari bahan dasar penggabungnya. Biasanya geocomposite ini adalah gabungan dari Geotextile dan geogrid atau disebut dengan composite geotextile. Biasanya digunakan pada konstruksi dinding penahan tanah yang fungsinya adalah sebagai perkuatan sehingga dapat mencegah terjadinya longsor pada dinding penahan tanah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *