Daftar Prestasi Gemilang BJ Habibie yang Inspiratif

Indonesia kembali Berduka cita Putra paling baik marga yang pernah Dimiliki Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie menghebuskan napas terakhirnya Jokowi Ke-3 RI termasuk merem dalam usia 83 tahun sudah menjalani perawatan intensif di RSPAD Gatot Soebroto, sejak beberapa minggu lalu. Sembari turut memajukan doa untuk Beliau mari kita intip sederet prestasi Habibie yang inspiratif selama hidupnya.

Siaran duka tentang Habibie diumumkan secara langsung oleh sang anak, Thareq Habibie. Diketahui Habibie telah lama mencari akal meronta penyakit kebocoran klep yang berimbas pada gagal jantung.

Dikenal cerdik sekalian ahli dalam bagian penerbangan, debut Habibie menghadirkan berbagai pihak berdecak Terpesona Bertalu-talu ia mengharumkan nama Keluarga Bentuk jeniusnya bahkan amat berkuasa di luar Lingkungan teristimewa Jerman. Berikut sederet prestasi Habibie yang mengeluarkan sosoknya tak tergantikan hingga kapanpun.

1. Beasiswa dan gelar summa cum laude
Sejak muda, Habibie yang oleh suku lebih akrab disapa Rudy itu memang dikaruniai kecerdasan luar biasa. Kurun berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), setahun seterusnya ia mengabulkan dana siwa untuk menambahkan studinya ke Aachen, Jerman.

Di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH), Habibie mengambil bagian Ikhtiar Penerbangan dengan spesialisasi kontruksi pesawat terbang. Kegigihannya selama menimba ilmu di kawasan orang pun melangsungkan hasil sempurna. Ia sukses meraup gelar diploma dengan predikat cum laude pada 1960. Lima tahun berselang tepatnya pada 1965, Habibie kembali capai gelar bergengsi adalah doktor dengan predikat summa cum laude.

Selaku umum, tamatan yang mendapatkan predikat summa cum laude memiliki Indeks Prestasi Kumulatif atau IPK 3.80 ke atas. Bayangkan, itu artinya Habibie memang punya kecerdasan yang di atas rata-rata!

2. Punya julukan “Mr Crack”
Habibie memiliki rumus yang dinamakan Hal Habibie”, berkat kemampuannya menaksir keretakan atau crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Ia pun dijuluki “Mr Crack” karena keahliannya itu.

Maka berhenti menyandang gelar doktor, Habibie setelah itu didaulat selaku Kepala Riset dan Pemampangan Analisis Struktur di perusahaan Hamburger Flugzeugbau Gmbh. Selang beberapa waktu, ia bahkan menjadi wakil ketua dan direktur teknologi, serta penasehat senior perusahaan tersebut.

Tak berhenti sampai disitu, loyalitas tingginya pada bagian penerbangan juga sempat tertuang dengan bekerja di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, kongsi penerbangan yang berpusat di Jerman, sebelum kembali ke Indonesia tahun 1973.

3. Penghargaan bintang jasa
Semasih hidupnya, Habibie pula telah memperoleh banyak penghargaan. Tidak melainkan dari dalam Area meskipun serta pemerintahan negara-negara di dunia.

Orang nomor 1 Republik Federal Jerman mengunjukkan dua bintang penghargaan mendapatkan Habibie, pada 21 Januari 2015. Keduanya adalah penghargaan mulia untuk orang yang berjasa pada keberhasilan negara Terselip Dari pemerintahan Spanyol, Habibie pun mendapat penghargaan “Grand Cruz Del Merito Aeronavtico Condistinctivo Blanco” atas jasanya di bidang penerbangan pada tahun 1980. Tahun 1985, ia pun dikasih penghargaan “Grand Cross of The Aeronautical Merit” dari Republik Chili karena jasanya pada bagian aeronautika yang amat berarti.

Baca juga : cara menghitung ipk

Ada pula bintang jasa dari pemerintahan negara lain seperti Prancis, Italia, Belgia, dan Taiwan. Serta penghargaan Dewan Mendunia Ilmu Aeronautika (International Council of the Aeronautical Sciences/ICAS) dan Dewan Eksekutif Lembaga Penerbangan Biasa Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *